Untuk pertamakalinya, Yeremia melapor bahwa siang ini dia berkelahi di sekolah. Main fisik. Mukul teman sekelas.
Persoalannya sederhana. Saat pelajaran komputer, seorang teman mengganggunya. Yeremia sudah peringatkan si teman, namun sang teman tetap menganggu. Sepertinya, kesabaran Yeremia mencapai puncaknya. Dia marah. Sang teman, dipukul. Yeremia dipukul balik, dan Yeremia balas memukul.
Kalau tidak mengenal perilakunya, papi akan salahkan Yeremia, karena sudah memukul teman sekelas. Namun, papi dan mami cukup mengerti, bagaimana kejadiannya hingga terjadi adegan baku pukul itu.
Meski ‘mewarisi’ bakat darah tinggi, Yeremia bukanlah anak yang suka main pukul. Seandainya memungkinkan, Yeremia lebih memilih untuk menghindar bila dia diganggu oleh anak sebayanya. Hal tersebut kerap terjadi kepada sepupunya Markus.
Seiseng apapun Markus mengganggunya, Yeremia akan mendiamkan saja. Bahkan, andaikata Markus, sangkin kesalnya memukul Yeremia, Yeremia memilih untuk mendiamkan. Hingga pernah didepan papi, Oma bilang kalau Yeremia tidak boleh diam saja bila Markus memukulnya. Sepertinya Yeremia tidak mengindahkan permintaan Oma itu. Terbukti, Yeremia lebih memilih untuk tidak ikut ke Kebonjeruk, demi agar tidak diganggu oleh Markus. Ya. Dia lebih memilih untuk menghindar daripada balas memukul.
Atas dasar itulah, makanya papi dan mami tidak terlalu mempermasalahkan kejadian siang ini, dalam arti memarahi Yeremia. Yang dilakukan oleh mami adalah melaporkan kejadian ini kepada ibu guru agar selanjutnya mendapat perhatian. Ternyata, menurut ibu guru, sang teman memang punya kebiasaan iseng dan mengganggu teman. Bahkan, konon sang ibu rutin melakukan pengecekan ke sekolah, siapakah gerangan yang ‘diajak’ berkelahi olehnya.
Efek dari kejadian siang ini, sempat Yeremia tidak mau sekolah bahkan mengusulkan agar dia pindah sekolah saja. Itu, tadi. Ingin menghindar saja daripada diganggu terus. Mau tidak mau, mami harus membujuk Yeremia agar tidak memilih kedua opsi itu. Karena kalau itu yang terjadi, berarti Yeremia lari dari persoalan. Mungkin kalimatnya tidak tepat seperti itu. Tapi itulah yang sedang ditanamkan kepadanya. Beruntunglah papi dan mami, Yeremia bisa menerima penjelasannya.