7th July 2008

Yeremia Demam

Senin pagi, Yeremia terpaksa ikut bunda. Bunda yang kantor barunya di daerah Sunter, harus singgah di Slipi untuk ketemu Opa dan Oma yang jemput disana. Untuk kemudian tinggal di Kebonjeruk. Karena mbak yang biasa nemanin Yeremia di rumah, pergi nginap di rumah saudaranya [ternyata berakhir dengan pengunduran diri sebagaimana diceritakan Bapak].

siangnya, Yeremia dijemput oleh Bunda untuk kemudian, bersama-sama ke Pondok Indah Mall, melihat kerjaan Bunda disana. Sebagaimana kebiasaan Yeremia akhir-akhir ini, bicara ke mall taman bermain elektronik seperti Timezone tidak bisa dilewatkan. Sayangnya, hari Senin, Timezone PIM I sedang dipergunakan untuk arena pertandingan ketangkasan. Sehingga tidak dapat dipergunakan oleh selain peserta pertandingan. Jadilah Yeremia hanya melihat peserta bermain, dan melupakan niat awalnya untuk menjajal permainan ketangkasan balap mobil yang merupakan favoritnya.

Sore sebelum gelap, Yeremia dan Bunda sudah di rumah kembali. Malam, sesampainya Bapak di rumah, Bunda bilang kalau Yeremia agak hangat badannya. Langsung Bapak dan Bunda bawa Yeremia ke tempat Ompung Dokter. Setelah diperiksa, kata Ompung, tenggorokan Yeremia meradang. Ompung menulis resep antibiotik, sebagai tambahan Panadol sebagai penurun demam yang sudah diminum sebelumnya. Setelah Ompung Mami, memberi antibiotik, Yeremia pulang.

Setibanya di rumah, ternyata demamnya belum turun juga. Yeremia juga minta diantar ke rumah Oma. Bunda janji bawa Yeremia ke rumah Oma. Tapi harus beres-beres dulu. Hampir pukul sebelas malam, Bunda dan Yeremia jalan ke Kebonjeruk lagi. Bapak dan Uda Roy, jaga rumah.

Sampai jam satu pagi hari, demamnya belum turun juga. Yeremia sedikit gelisah karenanya. Sempat tersirat rencana untuk membawa Yeremia ke rumah sakit. Mungkin ke UKI atau Harapan Kita. Karena kata Bunda, sepertinya Yeremia menggigil. Mungkin karena pendingin ruangan yang di kamar Yeremia di Kebonjeruk lumayan dingin, meski sudah tidak bisa dibilang baru.

Namun ternyata, sekitar jam dua, Yeremia pipisnya banyak dan sudah mulai keringatan. Demamnya pun sudah menurun. Bapak sama Bunda sepakat untuk menunggu perkembangan sampai besok pagi. Sebagaimana pesan Ompung dokter juga, kalau sampai tiga hari demam masih tinggi, diminta untuk kembali ke praktek.

Tapi Bapak yakin, Selasa pagi [itu berarti beberapa jam lagi :-)] demam Yeremia akan turun. Dan Yeremia pun bisa main kembali bersama Lae Markus. Cepat sembuh ya, amang……

posted in Uncategorized | 0 Comments

29th April 2008

Minta Diantar Ke Sekolah

Dua hari ini, Yeremia kumat manjanya. Bangun pagi-pagi, tidak mau mandi. Meski kemarin dan hari ini adalah hari sekolah. Ditawarkan untuk dilap basah sama mbak Surati-nya juga dia tidak mau. Terpaksa Bapak, mbujuk biar mau minimal dilap wajahnya. Untung dia mau. Setelah berganti dengan seragam sekolah, ada satu permintaan dia yang kalau ditolak, gimana. Kalau dipenuhi, Bapaknya terlambat masuk kerja. Dia minta diantar sama Papa ke sekolah. Beruntung lalu llintas pagi dua hari ini tidak terlalu macet. Sehingga keterlambatan itu tidak terjadi.



posted in Uncategorized | 0 Comments

23rd April 2008

Anakku na Burju

Yeremia, Anakku na burju
Anak hasianku, anakku na lagu
Angur do goarmi anakan hu
Songon bunga nahussusi

Hutangiankon do ho mansai gomos, Amang
Ala tanginangi do parhiteanta dingolumi da, tondikku
Ipe Amang, hasianku anakku na burju
Pagomos ma tangiangmi tu Debata Jahowa

Ai damang do sijunjung baringin di hami natorasmon

(di ambil dari lagu Anakku Na Burju dan Poda - khusus untuk Yeremia yang baru berulang tahun ke-5)

posted in Uncategorized | 0 Comments

22nd April 2008

Lima Tahun Yeremia

Selamat ulangtahun, Jagoan Papa.
Semoga panjang usia dan semakin pintar.
Jadi anak Papa dan Bunda yang hebat..
Jadi Cucu Ompung, Opa dan Oma yang mengagumkan.
Jadi Ponakan dari Uda, Indanguda, Tulang dan Nantulang yang lucu dan menggemaskan.

Maafkan Papa dan Bunda belum bisa memberi yang terbaik buatmu selama lima tahun ini.
Maafkan Papa dan Bunda kalau masih perlu belajar banyak dalam membimbingmu menghadapi dunia ini.

posted in Uncategorized | 0 Comments

9th April 2008

Masterpiece?

Masih soal Yeremia, menulis dan menggambar. Sekarang Yeremia bisa menggambar wajah orang. Cukup lumayan aku pikir. Karena sekarang sudah lumayan proporsional. Dalam arti ada mata, hidung dan gigi. Berikut ini beberapa yang digambarnya di beberapa ‘media’

di kertas

di kursi

di tembok kamar

posted in Uncategorized | 0 Comments

25th March 2008

Menggambar

Yeremia sedang senang-senangnya menulis. Sesekali dia menggambar. Kalau dia sudah bilang, “mana bulpen-ku?”, itu berarti dia sedang merniat untuk menulis. Biasanya, akan diberi bolpoin dan kertas. Yeremia akan menarik kursi ke dalam kamar untuk digunakan sebagai meja untuk menulis.

Minggu pagi kemarin, dia melakukan ritual tersebut. Dan inilah hasilnya yang katanya gambar dari Tom & Jerry. Kartun Favoritnya yang hampir setiap malam dia tonton melalui Cartoon Network.

posted in Uncategorized | 1 Comment

1st February 2008

Yovie & The Nuno - Menjaga Hati

masih tertinggal bayanganmu
yang telah membekas di relung hatiku
hujan tanpa henti seolah pertanda
cinta tak di sini lagi
kau tlah berpaling

reff:
biarkan aku menjaga perasaan ini, ohh
menjaga segenap cinta yang telah kau beri
engkau pergi, aku takkan pergi
kau menjaga, aku takkan jauh
sebenarnya diriku masih mengharapkanmu

masih adakah cahaya rindumu
yang dulu selalu cerminkan hatimu
aku takkan bisa menghapus dirimu
meski ku lihat kini
kau di seberang sana

repeat reff

andai akhirnya
kau tak juga kembali
aku tetap sendiri
menjaga hati

repeat reff [3x]

sejujurnya diriku masih mengharapkanmu

Lagu ini jadi lagu kesayangan Yeremia sekarang. Cuman karena bundanya pengen punya ringtone lagu ini. Uda Roy, utak-atik di kompie. Terdengarlah berulang-ulang oleh Yeremia. Cukup sehari, hapal dia….Dan dia memberi judul lagu ini, “Biarkan….” :-D

posted in Uncategorized | 0 Comments

14th February 2007

sekolah

Sudah dua minggu ini Yeremia sekolah. Gak sepenuhnya sama dengan waktu sekolah di Tumble Tots dulu. Karena sekarang dia bersekolah di sekolah ‘konvensional’. Namanya TK Tunas Kasih. Gak terlalu jauh dari rumah. Hari pertama diantarin sama Bunda. Pagi-pagi udah siap dengan dandanan matching begini.

Di sekolah katanya antusias banget dengan permainan yang ada. Semua dijelajah.


Malam hari pertama ke sekolah, Yeremia diajak ke Matahari MM Bekasi untuk cari sepatu sekolah. Karena selama ini sepatu yang ada tidak pernah dipakai. Soalnya Yeremia lebih senang menggunakan sandal jepit. Sepatu yang ada akhirnya hanya nongkrong di gudang dan tak pernah terpakai karena sempit dengan sendirinya.

Jadwal sekolahnya adalah Senin, Rabu dan Jumat. Itu karena Yeremia masih masuk kelas bermain dan mulai bukan di awal tahun ajaran. Untuk tahun ajaran baru besok, mudah-mudahan Yeremia sudah bisa masuk kelas Taman Kanak-Kanak yang jadwal kelasnya Senin sampai Jumat.

Setiap ada kelas, paginya Yeremia diantarin sama Tulang Bona yang kebetulan tinggal di rumah Yeremia dan ngantor di Pondok Gede. Pulangnya naik angkot bersama Aminah dan Yanti. Meski dekat, naik angkotnya butuh dua kali juga. Kata Aminah dan Yanti, Yeremia selalu minta duduk di depan kalau naik angkot. Dan pernah satu kali minta diputerin lagu Oskar [baca : Soundtrack Shark Tale] karena biasanya kalau naik mobil sendiri, kaset itu akan diputar sepanjang perjalanan.

Senin kemarin kami sempat khawatir Yeremia tidak mau melanjutkan sekolahnya. Soalnya menjelang pulang dia minta diajak ke kantor Papa. Ke kantor Bunda. Ke kantor Tulang Bona. Bahkan sempat ngambek. Padahal waktu belajar tinggal sekitar seperempat jam lagi.

Untunglah hari ini apa yang dikhawatirkan tidak terjadi. Karena sepertinya hari ini adalah yang paling menghebohkan. Minggu lalu ibu guru bilang kalau Yeremia tidak boleh ditemani di dalam kelas, hari ini Yeremia berani sendirian. Bahkan Aminah yang biasanya gak boleh keluar kelas disuruh keluar sama Yeremia. Tapi itu ternyata belum cukup. Kata Aminah, hari ini Yeremia berani maju ke depan kelas waktu disuruh nyanyi [Sesuatu yang tidak pernah berani dilakukan oleh Bapaknya waktu SD dulu. Yang mengakibatkan nilai kesenian di rapor selalu merah membara]. Dan saudara-saudara, tahukah apa lagu yang dinyanyikannya ?. Kata Aminah, liriknya begini…….

Aku memang pencinta wanita, tapi ku bukan buaya….

posted in Uncategorized | 0 Comments

25th January 2007

Pecinta Wanita

Beginilah tampang lelaki yang dua hari terakhir sedang rajin bersenandung :

aku memang pecinta wanita,
namun ku bukan buaya….

posted in Uncategorized | 0 Comments

29th June 2006

Bisakah aku menyayangimu seperti Tuhan menyayangi aku?

Kemarin aku telah membuat ia menangis karena menumpahkan susu di kemeja kerja-ku. Dan hari ini aku telah membuat ia menangis lagi karena menyobek-nyobek file pekerjaan-ku. Beberapa hari yang lalu aku juga telah membuat ia menangis karena memecahkan pajangan bunga kristal di ruang tamu. Sudah sering ia menangis karena aku larang bermain ini dan itu. Akh… seandainya aku cepat menyadari bahwa engkau masih kecil, tentu aku tidak akan menjadi pemarah dan membuatmu menangis anak-ku. Bukankah aku dulu juga sering memecahkan barang-barang milik orangtua-ku? Bukankah aku dulu juga sering mencorat-coret dinding rumah orangtua-ku? Bukankah aku dulu juga sering melakukan apa yang di lakukan oleh anak-ku saat ini.

Maafkan aku nak, ayahmu terlalu egois dan pemarah. Seharusnya aku mengajakmu bermain, mengajarimu menggambar, menyuapi makanan kesukaan-mu dan melakukan hal-hal yang bisa membuatmu senang. Bukankah itu yang di lakukan oleh orangtua-ku saat aku masih kecil sepertimu anak-ku?.
* * * * * * * * * * * * *
Begitu juga dengan diri kita saat ini. Kita selalu melakukan kesalahan setiap hari. Kita selalu melakukan hal-hal yg kita sukai walaupun hal itu mungkin merugikan bagi orang lain. Tetapi pernahkah Tuhan marah kepada kita seperti kita marah kepada anak kita jika dia melakukan kesalahan kecil?

Tidak!!! Tuhan tidak pernah marah. Tuhan tidak pernah egois. Tuhan selalu memberikan apapun yang kita inginkan. Tuhan selalu membiarkan apapun yang kita lakukan. Tuhan terlalu sayang kepada kita. Bahkan pada saat kita melakukan kejahatan-pun, Tuhan masih membiarkannya. Sudah berapa banyak uang perusahaan yang kita gelap-kan? Sudah berapa banyak hati orang yang kita sakiti? Sudah berapa banyak pelanggaran-pelanggaran norma agama, norma sosial, norma kemanusian yang kita lakukan? Sudah berapa banyak orang yang kita ajak berbuat jahat?.

Mengapa Tuhan membiarkan itu semua terjadi pada diri kita? Karena Dia ingin agar kita bertobat, Karena Dia ingin agar kita menghapus dosa-dosa dalam hidup kita, Karena Dia ingin agar kita selalu belajar dari setiap kesalahan yg sudah kita lakukan.

Bisakah kita mencintai dan menyayangi anak kita, istri kita, keluarga kita dan teman-teman kita seperti Tuhan mencintai dan menyayangi manusia? . . .

Nak….membaca kisah diatas, bapak seolah disadarkan akan sikapku terhadapmu. Kadang [atau sering ?] bapak merasa berhak emosi saat misalnya kamu ‘bertingkah’. Dan merasa cukup hanya memberitahumu satu kali saja, untuk kemudian merasa berhak marah kalau ‘bertingkah’-mu itu terulang. Tanpa bapak pernah menyadari kalau pikiran kanak-kanak mu sama saja dengan kelakuanku di hadapan orang lain [kalau tidak mau membandingkan dengan di hadapan sang Pencipta seperti kisah ini].

Bapak sepakat sekali dengan pendapat seorang teman seperti di bawah ini. Kecuali soal dua anak tentunya. Karena bapak baru memiliki kamu. Maukah kau selalu mengajari Bapak dan Bunda tentang dunia ini hasian….. ?.

sering saya berfikir 2 anak sudah cukup merepotkan apalagi kalo pas sakit padahal saya ketemu mereka sebentar saja di pagi dan malam hari sama sabtu dan minggu. kebayang kan bagaimana repotnya bini kita di rumah. dia perlu hati segede gunung, seluas samudera.

tapi sangat kontradiktif kalo lagi muncul lucunya, celotehnya, cerdiknya, hmmmm…rasanya selangit, hatta ada 100 anak pun kayaknya masih kurang. masya allaah, laa quwwata illaa billaah. sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali pertolongan Allah.

posted in Uncategorized | 0 Comments