Yeremia Demam
Senin pagi, Yeremia terpaksa ikut bunda. Bunda yang kantor barunya di daerah Sunter, harus singgah di Slipi untuk ketemu Opa dan Oma yang jemput disana. Untuk kemudian tinggal di Kebonjeruk. Karena mbak yang biasa nemanin Yeremia di rumah, pergi nginap di rumah saudaranya [ternyata berakhir dengan pengunduran diri sebagaimana diceritakan Bapak].
siangnya, Yeremia dijemput oleh Bunda untuk kemudian, bersama-sama ke Pondok Indah Mall, melihat kerjaan Bunda disana. Sebagaimana kebiasaan Yeremia akhir-akhir ini, bicara ke mall taman bermain elektronik seperti Timezone tidak bisa dilewatkan. Sayangnya, hari Senin, Timezone PIM I sedang dipergunakan untuk arena pertandingan ketangkasan. Sehingga tidak dapat dipergunakan oleh selain peserta pertandingan. Jadilah Yeremia hanya melihat peserta bermain, dan melupakan niat awalnya untuk menjajal permainan ketangkasan balap mobil yang merupakan favoritnya.
Sore sebelum gelap, Yeremia dan Bunda sudah di rumah kembali. Malam, sesampainya Bapak di rumah, Bunda bilang kalau Yeremia agak hangat badannya. Langsung Bapak dan Bunda bawa Yeremia ke tempat Ompung Dokter. Setelah diperiksa, kata Ompung, tenggorokan Yeremia meradang. Ompung menulis resep antibiotik, sebagai tambahan Panadol sebagai penurun demam yang sudah diminum sebelumnya. Setelah Ompung Mami, memberi antibiotik, Yeremia pulang.
Setibanya di rumah, ternyata demamnya belum turun juga. Yeremia juga minta diantar ke rumah Oma. Bunda janji bawa Yeremia ke rumah Oma. Tapi harus beres-beres dulu. Hampir pukul sebelas malam, Bunda dan Yeremia jalan ke Kebonjeruk lagi. Bapak dan Uda Roy, jaga rumah.
Sampai jam satu pagi hari, demamnya belum turun juga. Yeremia sedikit gelisah karenanya. Sempat tersirat rencana untuk membawa Yeremia ke rumah sakit. Mungkin ke UKI atau Harapan Kita. Karena kata Bunda, sepertinya Yeremia menggigil. Mungkin karena pendingin ruangan yang di kamar Yeremia di Kebonjeruk lumayan dingin, meski sudah tidak bisa dibilang baru.
Namun ternyata, sekitar jam dua, Yeremia pipisnya banyak dan sudah mulai keringatan. Demamnya pun sudah menurun. Bapak sama Bunda sepakat untuk menunggu perkembangan sampai besok pagi. Sebagaimana pesan Ompung dokter juga, kalau sampai tiga hari demam masih tinggi, diminta untuk kembali ke praktek.
Tapi Bapak yakin, Selasa pagi [itu berarti beberapa jam lagi :-)] demam Yeremia akan turun. Dan Yeremia pun bisa main kembali bersama Lae Markus. Cepat sembuh ya, amang……
posted in Uncategorized | 0 Comments








